KRUSKAL-WALLIS TEST

4 10 2007

Menurut Montgomery (2005), apabila asumsi kenormalan yang dibutuhkan oleh metode statistika parametrik tidak dapat dipenuhi, maka seseorang dapat menggunakan metode alternatif sebagai pengganti Oneway ANOVA parametrik, yaitu Kruskal-Wallis Test.

Berdasarkan apa yang ditulis oleh Daniel, maka beberapa asumsi yang harus dipenuhi dalam menggunakan Kruskal-Wallis Test adalah:

  1. Pengamatan harus bebas satu sama lain (tidak berpasangan)

  2. Tipe data setidak-tidaknya adalah ordinal

  3. Variabel yang diamati merupakan variabel yang kontinu.

 

Contoh data dan penerapannya dapat didownload di sini.

(klik kanan tulisan warna biru, kemudian pilih ‘save link as’)

Referensi:

  1. Montgomery,D.C. 2005. DESIGN AND ANALYSIS OF EXPERIMENTS. SIXTH EDITION. John Wiley & Sons, Inc. New Jersey.

  2. Daniel,W.W. STATISTIK NONPARAMETRIK TERAPAN. Gramedia. Jakarta.


Aksi

Information

2 responses

4 06 2008
harawati khotmi

#1
salam kenal, saya sedang menyusun skripsi saat ini, judul skripsi saya berjudul hubungan persepsi kualitas,manfaat dan materi terhadap minat mahasiswa mengikuti Pendidikan Profesi akuntansi, dosen saya menyarankan untuk menguji dengan mengunakan rank korelasi, saya mengunakan sampel 150,yang saya tanyakan rank korelasi disini apakah temasuk pengujian parametik atau non parametik?, sejauh yang saya tau pengujian rank korelasi merupakan non parametik akan tetapi bukan kah non parametik membutuhkan sampel kurang dari 30? cocokkah pengujian yang saya gunakan?, bisakah sampel yang saya gunakan 150? bagaimana rumus mencari sampel dengan cara non probablity sampel?dan mengenai hipotesis, apa hipotesisnya jika saya mengunakan uji korelasi, yang saya tau rank korelasi untuk menyatakan tingkatan hubungan bukan ada tidaknya hubungan? saya bingung?? terima kasih atas jawabannya

5 06 2008
Deny

Respon untuk #1
1. Rank korelasi termasuk ke dalam statistika nonparametrik.
2. Syarat untuk mengerjakan analisis data menggunakan statistika nonparametrik bukanlah dilihat dari banyaknya data, melainkan berdasarkan asumsi kenormalan data. Data yang tidak normal seharusnya dianalisis dengan stat nonparametrik. Sampel sebanyak 1000 bisa dianalisis dengan statistika nonparametrik. Dengan demikian, berapapun jumlah sampel, apabila memang relevan, statistika nonparametrik DAPAT diterapkan.
3. Rumusnya tidak dapat saya tulis di sini, karemna keterbatasan media. Coba baca buku mengenai social research.
4. Hipotesis:
H0: rho = 0
H1: rho != 0

!= berarti tidak sama dengan
5. Gak usah bingung, nyantai aja. Kasus Anda sebenarnya sederhana kok. Saya sangat yakin sekali Anda mampu mengerjakannya. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: