One-Way ANOVA

10 11 2007

One-Way ANOVA (Analisis Ragam 1-Arah)
Analisis ragam 1 arah biasanya digunakan untuk menguji rata-rata/pengaruh perlakuan dari suatu percobaan yang menggunakan 1 faktor,dimana 1 faktor tersebut memiliki 3 atau lebih level. Disebut 1-arah karena peneliti dalam penelitiannya hanya berkepentingan dengan 1 faktor saja.
Data hasil percobaan di dalam 1-way ANOVA setidak-tidaknya bertipe interval. Beberapa asumsi yang harus dipenuhi dalam melakukan analisis 1-way ANOVA adalah: error menyebar normal dengan rata-rata nol dan ragam konstan,tidak terjadi autokorelasi pada error dan ragam populasi homogen.
Contoh data dan analisis 1-way ANOVA dapat didownload di sini.
(Klik kanan tulisan berwarna biru, kemudian pilih ‘Save Link As’)

πŸ™‚


Aksi

Information

16 responses

15 12 2007
ryan

terimakasih

14 02 2008
pungki

makasih mas deny.
tapi boleh request gak?
tolong dong jelasin tentang nested and split plot ANOVA.
maaf nih saya gak tau bahasa indonesianya..hehe
saya lagi kuliah tentang ini, tapi sebetulnya masih banyak lagi…ntar deh menyusul..

oh iya, boleh gak saya juga minta dibimbing pake R program?

terima kasih sebelumnya.

21 03 2008
umbu dawa

its my pleasure to study about element of research.

12 05 2008
Toet

#1
Terima kasih atas jawaban yang lalu pak. Tapi saya merasa belum puas dengan jawaban bapak. Kan gini, perlakuan saya itu seperti ini :
A1 : tek 2 (3jam),tek 2,5 (2 jam) dan tek 4 (4 jam) dengan laju uap 1,5
A2 : tek 2 (3jam),tek 2,5 (2 jam) dan tek 4 (4 jam) dengan laju uap 2
A3 : tek 2 (3jam),tek 2,5 (2 jam) dan tek 4 (4 jam) dengan laju uap 2,5
A4 : tek 2 dg laju uap 1,5(3jam),tek 2,5 dg laju uap 2 (2 jam) dan tek 4 dg laju uap 3 (4 jam)
jika diperhatkan lagi, perlakuan tersebut bukan dua faktor, melainkan hanya satu faktor yang berubah yaitu laju uap sementara tekanan sama dalam setiap perlakuan. Tapi memang dalam satu kali running tekanan akan naik bertahap dalam periode waktu tertentu. saya mencantumkan tekanan dalam perlakuan ini, karena pada perlakuan A4 kenaikan laju uap akan sejalan dengan setiap kenaikan tekanan. artinya pada perlakuan A4 ini laju uap akan ditingkatkan pula pada saat tekanan dinaikkan.
mungkin simpelnya faktor perlakuannya seperti ini :
A1 : laju uap 1,5 lt/jam
A2 : laju uap 2 lt/jam
A3 : laju uap 2,5 lt/jam
A4 : laju uap 1,5 lt/jam ; 2 lt/jam ; 2,5 lt/jam
Awalnya saya berfikir bahwa model rancangan RAL satu faktor bsa digunakan untuk perlakuan A1-A3. karena perlakuan sama dari awal hingga akhir. tetapi saya ragu untuk perlakuan A4, karena laju uap meningkat bertahap. itu artinya dalam satu kali running terdapat 3 kali perubahan laju.
Terimakasih atas jawaban bapak……..

19 05 2008
Deny

Respon untuk #1

Maaf, saya baru bales cz saya lagi sibuk bgt ma pekerjaan.
Ok, begini, saya kok cenderung punya saran kalo Anda menggunakan One-Way ANOVA saja. Alasan adalah, keempat perlakuan saya anggap sebagai bertipe data nominal. Baik untuk A1 s.d. A3 maupun A4. Pada perlakuan A4, kita dibuat bingung oleh kombinasi ketiga perlakuan yang dijadikan satu. Padahal, kondisi seperti ini sah-sah saja, bahkan bisa dianggap bahwa perlakuan A4 sebenarnya adalah satu perlakuan dimana bentuk perlakuannya merupakan kombinasi dari ketiga perlakuan. Sehingga dari SETIAP perlakuan keempat (kombinasi) akan didapatkan sebuah data respon. Bukankah begitu, Mbak?

Kalo ya, berarti kasus anda tepat untuk dianalisis dengan ONe-Way ANOVA.πŸ™‚

19 05 2008
chika

#3
Malem Mas..
Mo nanya klo mau bentuk variabel laten untuk ANOVA cocoknya pake cara total atau rata?
Untuk indikatornya menggunakan skala interval semua..
Thank u…

21 05 2008
Jaka Wahyu Perdana

#2
Mas Deny,

Dimana letak perbedaan antara One-Way, Two-Way dan MANOVA. Bagaimana cara menguji hipotesis dengan menggunakan ini?. Mohon petunjuk, terima kasih.

Salam,

Jaka Wahyu Perdana

28 05 2008
Deny

Respon untuk #2
1. Kalo anda punya 1 faktor, maka disebut one-way Anova. Kalo Anda punya 2 faktor, maka disebut 2 -way Anova.
Nah, keduanya termasuk ke dalam Univariate ANOVA.
2. MANOVA (Multivariate ANOVA) mirip dengan ANOVA. Perbedaanya terletak pada ada berapa banyak variabel respon yang dianalisis. Bila variabel respon yang dianalisis hanya ada 1 saja, maka termasuk ke dalam ANOVA. Sebaliknya jika variabel respon ada lebih dari 1, maka dapat dianalisis dengan MANOVA.
Jadi, perbedaan terletak pada banyaknya variabel respon yang akan dianalisis.πŸ™‚

28 05 2008
Deny

Respon untuk #3
Pake total aja lebih gampang………

7 06 2008
Tiyo

#4
Yth, mas deny, berkaitan dengan pertanyaan bung Jaka. Saya ada tugas akhir yang penelitiannya menganalisis harga psikologis terhadap sikap konsumen dan keputusan pembelian.
Artinya menggunakan 1 variabel bebas dengan 2 variabel terikat.
saya disarankan oleh dosen untuk menggunakan analisis multivariate.
Pertanyaan:
1. Apakah saya bisa menggunakan MANOVA ?
2. Apakah MANOVA bisa diterapkan untuk memproses data kalitatif seperti penelitian yang saya lakukan ?
2. Bagaimana saya menggunakan MANOVA ini pada penelitian saya ?
3. Aplikasi SPSS untuk MANOVA apakah sama dengan fasilitas ANOVA ? klo iya brarti pengolahan data SPSS MANOVA akan dilakukan pada fasilitas Anova donk ?

13 06 2008
Deny

Respon untuk #4

1.dan 2. Tidak bisa, karena tipe data yang Anda gunakan termasuk ke dalam tipe data kualitatif. baik ANOVA mapun MANOVA mensaratkan bahwa data harus bertipe interval atau rasio.
2. Sama, hanya saja pada dilogue box untuk var dependent, terdapat space untuk banyak variabel. Namun, walaupun hampir mirip dengan ANOVA, output yang dihasilkan memiliki beberapa perbedaan dengan milik ANOVA. MANOVA tidak tepat bila dikerjakan dengan ANOVA, karena keduanya memiliki asumsi beda.

3 08 2008
Aspithinesee

I agreed with you

6 08 2008
ari

#5
kapan ujianova digunakan dan apa tujuanna???
tolong d jawab

9 08 2008
Deny

Respon untuk #5
Uji ANOVA sebenarnya pengembangan dari uji-t 2-sampel. Perbedaannya, uji t hanya mampu mengakomodasi pengujian kesamaan 2 rata-rata populasi, sedangkan ANOVA dipakai untuk menguji kesamaan rata-rata untuk 3 atau lebih populasi. Tujuannya sama saja dengan uji-t, yaitu menguji kesamaan rata-rata dari 3 atau lebih populasi.πŸ™‚

20 11 2008
indra saputra

#6
salam kenal mas deny, perkenalkan saya indra
gini mas….penelitian saya menggunakan variabel
1. ukuran kapsul (00 dan 1)
2. konsentrasi yang dipakai (2 dan 4%)
3. waktu (0,3,6,9,12,24jam)
4. zona bening (mm)
ulangan yang saya pakai n=3
menurut mas deny jika saya ingin melihat pengaruh ukuran kapsul, konsentrasi terhadap zona bening yang dihasilkan pakai one-way,two-way anova?

wassalam
mandragates_10@xxx.com

20 11 2008
Deny

Respon untuk #6
1. Salam kenal mas Indra, nama saya Deny.
2. Dari kasus Anda, yang ingin diamati adalah pengaruh faktor kapsul dan konsentrasi terhadap zona bening, maka saya sarankan pake aja two-way anova.
πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: