Statistika parametrik dan statistika nonparametrik

2 08 2007

Ilmu statistika secara garis besar dibagi menjadi 2:…..

  1. Statistika parametrik -> ilmu statistika yang mempertimbangkan jenis sebaran/distribusi data, yaitu apakah data menyebar normal atau tidak. Pada umumnya, Jika data tidak menyebar normal, maka data harus dikerjakan dengan metode Statistika non-parametrik, atau setidak2nya dilakukan transformasi agar data mengikuti sebaran normal, sehingga bisa dikerjakan dg statistika parametrik. Contoh metode statistika parametrik: uji-z (1 atau 2 sampel), uji-t (1 atau 2 sampel), korelasi pearson, Perancangan Percobaan (1 or 2-way ANOVA parametrik), dll.
  2. Statistika non-parametrik -> Menurut literatur yang ditulis dosen saya (Bu Ani), statistika non-parametrik adalah statistika bebas sebaran (tdk mensyaratkan bentuk sebaran parameter populasi, baik normal atau tidak). Statistika non-parametrik biasanya digunakan untuk melakukan analisis pada data berjenis Nominal atau Ordinal. Data berjenis Nominal dan Ordinal tidak menyebar normal. Contoh metode Statistika non-parametrik:Binomial test, Chi-square test, Median test, Friedman Test, dll.

Aksi

Information

24 responses

18 09 2007
Novelia

saya sedang mencari perbedaan secara garis besar antara statistik non parametrik dengan statistik parametrik, yang akan saya gunakan untuk menyelesaikan tugas akhir.

27 09 2007
Deny

Terma kasih mbak…karena mau gabung di forum statistika ini.
Insya Allah saya mau bantu. Kalo secara garis besar, perbedaan antara statistika parametrik dan statistika nonparametrik hanya terletak pada asumsi mengenai jenis sebaran data saja. Yaitu, kalo datanya memiliki sebaran atau distribusi normal, maka digunakan statistika parametrik. Kalo data tidak memiliki sebaran normal, maka digunakan statistika nonparametrik.
kalo masih kurang, kira2 mbak Novelia butuh penjelasan yang seperti apa?
Tolong dijelaskan lebih lengkap, biar saya tau apa maksud pertanyaan mbak Novelia.
:)

26 11 2007
fauzia

ukuran pengambilan sampel aturannya gmna?? Mohon bantuannya

29 11 2007
yudi

saya mau tanya regresi logistik termasuk staistika parametrik atau bukan?alasanya apa?tolong dibalas secepatnya ya…trima kasih sebelumna

3 12 2007
fitri

saya mau tanya.. kalo data tidak memenuhi syarat pengujian asumsi statistik parametrik bisa diolah menggunakan statistik nonparametrik. untuk data ral 2 faktor, uji statistik nonparametrik yang digunakan apa ya? terus apa bisa diuji lanjut misal menggunakan Duncan Multiple Range Test atau tidak? dan bagaimana caranya? Mohon bantuannya…
TERIMA KASIH….

11 12 2007
ney

saya sedang bngung menentukan pengujian yang sesuai untuk tugs akhir saya.
penelitian saya bermaksud untuk mengetahui perbedaan rata2 abnormal return antara perusahaan yang termasuk top 10 dan yang non top 10.
kr2 saya pake pegujian yang mana???

apa beda uji wilcoxon, paired sample t-test, and independen sample t-test???

17 12 2007
harryfakri

SAYA SEDANG MENCOBA ALAT BARU PENGHANCUR SAMPEL, UNTUK MEMBANDINGKAN HASIL ANALISISNYA DENGAN ALAT LAMA LANGKAH APA YANG PERLU SAYA LAKUKAN?

18 12 2007
Deny

Jawaban untuk HarryFakri – 17 Des 2007 – 11:09 am.
Jujur saya kurang begitu jelas dengan kasus Anda. Menurut asumsi saya, Anda ingin membandingkan performa alat baru dengan alat yang lama. Selain itu, saya mengasumsikan bahwa Anda tidak menguji performa alat baru dengan alat yang lama terhadap objek yang sama. dengan demikian, analisis yang tepat adalah uji-t 2-sampel tidak berpasangan. Kalo betul begitu, maka langkah-langkah:
Misal Anda punya 20 objek yang akan dihancurkan
1. Bagilah 20 objek tersebut menjadi 2 grup, yang masing2 terdiri dari 10 objek.
2. Terapkan alat lama pada grup 1, sedangkan alat baru pada grup 2. Catat hasil pengamatannya.
3. Tabulasikan datanya.
4. Lakukan uji kenormalan data.
5. Kalo data menyebar normal, lakukan analisis dengan uji-t 2-sampel independen (tidak berpasangan).
6. Beres dah…

Tapi kalo satu objek dikenakan pengujian 2 kali, yaitu dengan alat lama dan alat baru, maka metode yang tepat digunakan adalah uji-t 2 sampel berpasangan, langkah2:
Misal Anda punya 20 objek
1. Terapkan alat lama pada objek ke-1, kemudian terapkan juga alat yang baru pada objek ke-1 juga. demikian seterusnya hingga objek ke-20. Jangan lupa catat hasil pengmatannya dan tabulasikan.
2. Uji kenormalan datanya.
3. Kalo data menyebar normal, lakukan analisis dengan uji-t berpasangan.
4. beres dah…. :)

26 01 2008
thomas

bu mau tanya klo ada 2 kelompok data nominal, terus mau dihubungkan, pake metode yg mana ya? apa chi square? atau yg lain?

thx..

19 02 2008
Cahyo w

Saya mau nanya neh, apa yang dimaksud dengan uji komunalitas?saya mohon jawaban secepatnya, terimakasih

23 02 2008
Deny

Respon untuk Cahyo

Uji komunalitas pada metode apa mas? Kurang jelas neh… :)

17 03 2008
sumarliyah

#1
ass..
bu saya mau nanya kenapa pada statistik parametrik harus memenuhi asumsi data berdistribusi normal dan homogen. alasannya apa ya bu?? terima kasih

18 03 2008
Deny

Respon untuk #1
Wah, ada yang panggil saya Ibu. Kalo begitu, saya pastilah ibu-ibu yang paling tampan sedunia. heheh
1. Seluruh rumus-rumus di dalam statistika parametrik diturunkan (didapatkan) dari suatu fungsi (rumus matematis) miliknya sebaran normal. Oleh karena itu, data yang akan dianalisis harus memenuhi asumsi kenormalan data. Kalo tidak, maka rumus untuk statistika parametrik menjadi salah sasaran dan menyebabkan bias pada pendugaan parameternya. :)

31 03 2008
Jo

Bu, sya mw tnya. Klo psangan Friedman Test di test parametrik apa ya? Tq bget

1 05 2008
Erika

#2
saya mau tanya tentang run test. Itu kan uji di nonparametrik untuk menguji apakah data yang kita uji bersifat random. Trus kalo di parametrik, perlu gak di uji juga apakah datanya acak atau tidak?kenapa?
tolong dijawab ya. bingung nih

9 05 2008
Deny

Respon untuk #2
1. Data yang bersifat acak disyaratkan oleh metode statistika. Hal ini disebabkan, rumus2 metode statistika diturunkan secara matematis dengan mengasumsikan bahwa data bersifat acak (random).
2. Sifat acak sangat berguna dalam menyusun suatu kesimpulan. Sebab, kesimpulan yang kita buat dari penelitian yang kita lakukan harus benar-benar mencerminkan kondisi yang alamiah (acak; tidak dibuat-buat). Apabila data yang kita miliki diperoleh dengan cara yang dianggap tidak acak, misalnya hasil karangan kita sendiri, atau kita susun sedemikian rupa supaya sesuai dengan keinginan, maka kesimpulan yang kita peroleh dari data seperti ini tidak bisa mewakili kondisi yang alamiah atau yang sebenarnya. Kondisi seperti ini disebut sebagai kondisi yang subjektif. Sedangkan kita tahu, bahwa sesuatu hal dikatakan ilmiah bila mengandung sifat objektif, artinya dapat diterima oleh semua orang.
3. Dalam kasus nonparametrik, apabila data bersifat tidak acak, biasanya hal ini mengindikasikan adanya kecenderungan dari populasi. Tentu saja, kecenderungan yang dimaksud bisa bermacam-macam, misal kecenderungan hasil jajak pendapat.
4. Kalo di parametrik, kok saya belum pernah tahu ya, uji mengenai keacakan data. Biasanya, data yang bersifat acak mengindikasikan bahwa data bersifat baik. Contohnya dalam kasus regresi, saat kita menguji apakah data residual mengalami korelasi atau tidak. Apabila data residual bersifat acak, maka kemungkinan besar, data residual tersebut tidak mengalami autokorelasi. Selain itu, data residual yang acak biasanya mengindikasikan bahwa data residual menyebar normal. :)

12 05 2008
karin

mas den nanya lg ne..sesuai saran mas katanya u penelitian sy lbh baik pk korelasi nonparametris, penelitian sy jdlnya ganti dr pengaruh tk pnddkn pemirsa tdhp plhan acr jd hub tk pnddk dan jns kelamin thdp pilihan acara tv, sy menguji 3 hipotesis
1. ada hub tk pddkn ma plhn acr
2. jenis klmin dg plhn acr
3. tk pnddkn dan Jns kelamin scr brsm2 dg plihan acr
…ptyannya:
1. pake kontingency ma rumus pearson chi square itu dah tepat ga mas?
2. perlu ada uji valid ma reliabel jg ga?kr2 rumus yg tepat bwt uji valid ma reliabel penelitian sy apa ya mas?
3. sy jg bingung sm penentuan jumlah sampel yg sy ambil nanti krn st kelurahan dg banyaknya RT apa mengharuskan sy memakai multistage sampling?

thanks b4 mas…..

12 05 2008
Deny

APABILA ANDA INGIN MEMBERIKAN KOMENTAR UNTUK KATEGORI STATISTIKA NONPARAMETRIK ATAU HAL-HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATISTIKA NONPARAMETRIK, DIMOHON UNTUK MELETAKKANNNYA PADA KATEGORI “STATISTIKA NONPARAMETRIK”.
MULAI SAAT INI HINGGA SETERUSNYA, HALAMAN INI TIDAK DIGUNAKAN UNTUK MAKSUD DI ATAS.
MOHON MAKLUM,

4 06 2008
fitri

salam kenal, saya sedang menyusun skripsi, saya ingin menanyakan mengenai statistika non parametrik, 1. apakah sampel ayng dibutuhkan dalam pengujian parametrik harus dibawah 30?
2.bagaimana kalau sampel yang saya gunakan lebih dari 30?
3. bagaimana seandainya saya mengunakan pengujian korelasi rank korelasi tapi sampelnya lebih dari 30?
4. bagaimana cara mencari rumus non probabilty sampel?semisal populasi terhadap mahasiswa tidak diketahui?
5. mengetahui kuisioner valid dan reliabel bagaimana?? rumus-rumus apa yang digunakan?
6. uji T dan Z bisakah dilakukan untuk uji korelasi???
terima kasih mas atas jawabannya???bingung nih

16 09 2008
endang

mas den, minta tolong dijelaskan kriteria interval, rasio, nominal, ordinal dlm statistika parametrik dan statiska non parametrik, trim banget yaaa

22 10 2008
yuli

Saya sedang melakukan penelitian perbankan. Sampel yang saya dapatkan setelah melalui teknik sampling ternyata hanya 8 sampel. Setelah melalui uji normalitas, datanya berdistribusi normal. Apakah saya harus menggunakan satitistik parametrik dengan sampel sekecil itu? Mohon dibalas melalui alamat email saya. Terimakasih

17 12 2008
omen

Mas Denny, berkenaan dengan statistika parametrik dan nonparametrik ada yang mau saya tanyakan:
(1) Yang perlu menjadi patokan normalitas itu data sampel atau populasi ? (2) Kaitannya dengan dalil limit pusat bahwa sampel dengan jumlah besar rataan dari rataannya akan menyebar normal. Jadi pada sampel berukuran besar untuk uji beda nyata apakah langsung boleh pakai parametrik ? (3) Uji Kosmolgorov – Smirnov itu untuk normalitas error apa data sampel ?

17 12 2008
omen

Nambah pertanyaan Mas Denny,
(1) Apakah data dengan skala nominal dan ordinal otomatis tidak boleh menggunakan statistika parametrik, mengapa ? (2) Mengapa penelitian bidang biologi seperti pertanian tidak pernah saya temui menggunakan statistika nonparametrik.

20 01 2009
Dessy H

Mas Denny, apakah dalam statistik non parametrik tidak perlu lagi menggunakan uji asumsi klasik?
uji apa dalam statistik non parametrik yang harus digunakan utk melihat pengaruh dengan menggunakan banyak variabel independen?
Terima kasih atas jawabannya mas.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 91 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: