1-sample t-test

11 10 2007

1-sample t-test atau biasa diterjemahkan sebagai uji-t 1 sampel, merupakan statistik uji yang digunakan untuk menguji hipotesis mengenai rata-rata suatu populasi. Statistik uji ini termasuk ke dalam metode statistika parametrik, oleh karena itu, statistik uji ini mengasumsikan bahwa data memiliki distribusi normal. Selain itu, statistik uji ini tidak mensyaratkan pengetahuan mengenai ragam (variance) populasi, sehingga statistik uji ini lebih banyak dipakai daripada uji-z. Seperti yang kita ketahui bahwa uji-z mensyaratkan pengetahuan akan ragam (variance) dari populasi yang sedang diamati (dan dianalisis).

Contoh data dan analisisnya dapat didownload di sini.


Aksi

Information

22 responses

13 11 2007
lisa

aku mau menyusun skripsi dengan menggunakan pengujian binomial dan pengujian regresi, saya memiliki 3 variabel,,,gimana yach cara pengujiannya tersebut, saya bingung?????????????????????????????????

14 11 2007
Deny

Jawaban untuk Lisa-13 Nov 2007-3:31 pm.
Hal pertama yang perlu mbak lisa lakukan adalah tenang, gak usah panik mbak. Kalau udah tenang,sekarang mulai fokuskan pikiran.
Dari pertanyaannya, saya coba analisa yach…
Apa benar mbak lisa mau menganalisis menggunakan metode regresi dimana variabel terikat (respon atau Y) berbentuk biner, misal ‘ya’ dan ‘tidak’, ‘beli’ dan ‘tidak beli’, ‘terima’ dan ‘tolak’, dll?, sedangkan variabel bebas (var. prediktor atau X) berbentuk bilangan numerik, misal ‘rupiah’, ‘kilogram’, atau bahkan bertipe data interval (misal dari kuesioner)?
Kalo memang benar seperti itu kasusnya, maka mbak lisa lebih tepat untuk menggunakan metode REGRESI LOGISTIK BINER. Metode regresi logistik biner merupakan analisis regresi dimana variabel bebas (X) berbentuk metrik (hasil pengukuran atau dari kuesioner), sedangkan variabel respon (Y) berbentuk binomial, yaitu suatu kejadian/keadaan yang hanya memiliki 2 kemungkinan, yaitu ‘ya’ dan ‘tidak’, dan lain sebagainya (pokoknya hanya ada 2 kemungkinan untuk var Y). Biasanya, variabel Y (respon) di-kode ulang dengan menggunakan bilangan numerik ketika akan dianalisis. Misal: ‘ya’ dilambangkan angka 1, ‘tidak’ dilambangkan angka 0.
Kalo nggak seperti ini kasusnya, tolong ceritakan secara singkat tapi jelas, mengenai LATAR BELAKANG penelitian, variabel apa aja yang digunakan, serta tujuan penelitian. Semoga saya bisa membantu…πŸ™‚

26 11 2007
istadi

saya ingin tahu apa saja prasyarat digunakan uji z

28 11 2007
1305 100 016

ada yang biisa kasih pustaka ’bout “REGRESI LOGISTIK BINER” g..??
butuh bgt nee!!buat deadline tugas ADK menggu awal des’..sifat mendesak!!!
pLissss bantuin yaCh…………..

30 11 2007
Deny

Jawaban untuk Istadi- 26 Nov 2007- 5:47 pm.
Asumsi yang perlu dipenuhi sebelum menggunakan uji-z:
1. Data harus menyebar normal. Dapat diuji misal dengan Kolmogorov-Smirnov tes (Lilliefors test).
2. Adanya informasi mengenai ragam populasi (bukan ragam sampel).
Pada kebanyakan kasus, asumsi no.2 ini sulit dipenuhi.

Uji z juga dapat digunakan, walaupun hanya sebagai pendekatan, yaitu untuk menganalisis data yang menyebar normal , akan tetapi banyaknya sampel yang ada sangat besar walaupun ragam populasi tidak diketahui. Tapi tolong diingat, uji-z dalam kasus seperti ini hanya sebagai pendekatan. kalau bisa saya sarankan sebaiknya pakai uji-t.πŸ™‚

17 02 2008
Riza

# 1
Mas Deny,
Apabila saya punya hypotesis seperti di bawah ini:

“Performance suatu sekola mempengaruhi performance murid secara positif”

Bagai mana cara mengujinya menggunakan methode statistik yang tepat? Langkah2 apa saja yang harus saya lakukan.

Perlu diketahui, saya mempunyai 3 aspek yang digunakan sebagai indikator untuk menentukan performance sekolah. Dan saya juga mempunyai 3 indikator yang digunakan untuk mengukur performance murid. Saya hanya menggunakan 1 sample untuk menguji hypotesis diatas.
Metode pengumpulan data yang saya lakukan melauli kuesioner.

Mohon jawabannya. Saya juga ingin untuk berdiskusi lebih lanjut tentang hal ini.

Terimkasih,
Riza

19 02 2008
Deny

Respon untuk #1

Langkah-langkah:
1. Buat kuesioner yang bagus. Pertanyaan simpel tapi mengena.
2. Lakukan uji validitas dan reliabilitas kuesioner Anda, dengan melakukan penelitian pendahuluan dengan mengambil sampel sebanyak minimal 30 orang.
3. Jika kuesioner Anda valid dan reliabel, maka lanjutkan dengan penelitian sebenarnya, dengan mengambil sampel sesuai dengan penelitian Anda.
4. Lakukan ekstraksi data variabel indikator pada kuesioner sehingga menjadi variabel laten.
5. Kalo ingin mengetahui pengaruh performance sekolah terhadap performance murid, saya sarankan gunakan metode regresi linier.

Maaf saya bingung dengan statement Anda yang menyatakan bahwa Anda hanya mengambil 1 sampel. Apa yang Anda maksud sampel dalam kasus ini? Kok cuma 1?

29 02 2008
Andri Sebastian

#2
saya mau tanya, bagaimana cara membandingkan t hitung dengan t tabel jika t hitung diketahui bernilai negatif tetapi signifikan, apakah dapat menggunakan nilai mutlak?apa maksud dari nilai mutlak?Terima kasih

2 03 2008
Riza

#3
Dear Mas Deny,

Maksud saya dengan 1 sample adalah, saya manggunakan satu sekolah untuk menguji kebenaran hypotesis saya. Jadi sifat penelitiannnya seperti studi kasus di satu sekolah begitu.

Sejauh ini saya mempunyai 2 jenis kuesioner. Yang pertama untuk menguji performance sekolah, dan yang satu lagi untuk menguji performance murid. Kedua kuesioner ini akan diujikan pada sample yang sama. Bagaimana pandapat Mas deny?

Terimakasih

4 03 2008
stevenly Takapaha

#4
aku lagi penelitian, punya 2 sample jumlah hasil tangkapan ikan dengan menggunakan umpan bandeng dan umpan sarang laba-laba hutan.. apakah cocok dengan menggunakan analisa one sample test.. saya masih bingung… saya melakukan 21 klai ulangan.. trus gimana?

6 03 2008
Deny

Respon untuk #2

1. Untuk uji dua arah (tanda pertidaksamaan pada H1 adalah “tidak sama dengan”), Andri bisa menggunakan nilai mutlak untuk membandingkan t-hitung dengan t-tabel. Saya asumsikan, tanda signifikan itu muncul pada output software statistika kan? Hati-hati, secara default, software2 statistika menggunakan uji 2-arah. Itulah kenapa walaupun t-hitung negatif, tetap dianggap signifikan. Kalo kasus Anda ini adalah pada regresi linier, it’s okay. Atau juga uji-uji-t lain yang menggunakan uji-2 arah.

2. Untuk uji 1-arah (tanda pertidaksamaan pada H1 adalah “lebih kecil” atau “lebih besar”), Andri TIDAK BISA menggunakan nilai mutlak dari t-hitung untuk dibandingkan dengan t-tabel. Karena, kalau pada H1, tanda yang Anda gunakan adalah lebih besar, maka t-hitung yang negatif sebenarnya berarti tidak signifikan. Hal ini disebabkan karena nilai t-tabel sebagai titik kritis adalah positif, sehingga setiap nilai t-hitung yang lebih kecil atau sama dengan t-tabel berarti tidak signifikan. Demikian sebaliknya, nilai t-hitung yang positif berarti tidak signifikan jika Anda menggunakan tanda lebih kecil pada H1.

3. Nilai mutlak maksudnya adalah, Anda tidak perlu memperhitungkan tanda negatif untuk suatu angka. Jadi, kita berkepentingan dengan nilai “murni” tanpa embel-embel tanda negatif. Contoh:
nilai mutlak dari -10 adalah 10
nilai mutlak dari -89 adalah 89
nilai mutlak dari 10 adalah 10
nilai mutlak dari 89 adalah 89
nilai mutlak dari 0 adalah 0.
Gampangannya, semua angka negatif dipandang sebagai angka positif.πŸ™‚

6 03 2008
Deny

Respon untuk #3

Saya baru sedikit ngeh neh.Heheh.
Kalo saya boleh tanya, apakah kuesioner tersebut diberikan kepada setiap siswa, kemudian siswa disuruh memberikan persepsinya atau mengisi pertanyaan seputar sekolahnya dan seputar dirinya? Kalo ya, penelitian Anda mirip, tapi gak sama, dengan penelitian yang pernah saya lakukan dengan teman2 saya dulu di kampus. Dulu, saya meminta responden menjawab pertanyaan2 seputar kampus saya mengenai Laboratorium, Dosen, Kurikulum, fasilitas, dll.
Menurut saya, gak ada yang salah dengan kasus penelitian Anda. So far so good…Kayaknya metode yang tepat adalah analisis regresi linier.
Langkah-langkahnya:
1. Buatlah desain kuesioner.
2. Karena yang digunakan adalah 3 variabel indikator, masing2 3 var indikator untuk performance murid dan performance sekolah, maka buatlah 3 pertanyaan untuk menilai performance sekolah dan 3 pertanyaan untuk menilai performance murid, sesuai dengan variabel indikator tersebut.
3. Pertanyaan2 tersebut harus jelas dan mudah dipahami. Jangan terlalu panjang dan bertele-tele.
4. Saya asumsikan Anda ingin menilai persepsi responden terhadap sekolah dan dirinya. Buatlah pilihan jawaban sesuai skala likert 5 skala untuk keenam pertanyaan, yaitu:
1. Sangat tidak setuju; 2. tidak setuju; 3. Ragu-ragu;
4. Setuju; 5. sangat setuju
5.Buat penelitian pendahuluan untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner, dengan mengambil minimal 30 responden.
6. Tabulasikan data var indikator (jawaban untuk setiap pertanyaan) tersebut.
7. Lakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap kuesioner. Apabila kuesioner tidak valid atau tidak reliabel, perbaiki dulu kuesionernya. Mungkin pertanyaannya kurang mudah dipahami.
8. Lanjutkan dengan penelitian sesuangguhnya, dengan mengambil responden sebanyak mungkin sesuai kemampuan.
9. Tabulasikan data, “ekstrak” sehingga menjadi variabel laten.
10. Lakukan analisis regresi linier dengan menggunakan variabel laten tersebut.
πŸ™‚

6 03 2008
Deny

Respon untuk #4
Menurut saya, kasus semacam itu kurang tepat dianalisis dengan one-sample t-test. Yang lebih tepat, dianalisis dengan ‘independent two-sample t-test’. Kemudian, tinggal pilih, pake yang ragam populasi diasumsikan homogen atau tidak. Kalo pingin belajar, silahkan baca dulu tulisan di weblog ini pada kategori: UJI HIPOTESIS > Uji-t 2 sampel.πŸ™‚

11 03 2008
Riza

Dear Mas Deny,

Benar sekali, sesuai dengan yang saya maksudkan. Nanti kalo mentok, saya tanya2 lagi ya. BTW, the new layout is cool. A bit hard to follow at the fist time. And, where the search column is?

Thx!

12 03 2008
Riza

#5
Dear Mas Deny,

Saya hanya ingin mengcheck, dalam hipothesis saya (school performance positively influences students performance) Independent variable nya itu school performance kan? terus dependent variable nya itu students performance. Bener ngga? Terus, yang dimaksud dengan variable kontrol itu apa? Kalo saya bilang usia murid dan tingkat pendidikan murid sebagai vriable kontrol-nya, hal ini benar apa ngga?

Terimakasih!

12 03 2008
sonya

#6
begini mbak saya mahasiswi semester akhir saya binggung dengan analisis data saya karena data saya menggunakan t- test paired two sampel sedangkan sampel yang saya ambil yaitu 20 yang melakukan penundaan dan yg 20 yang tdk melakukan penundaan jadi semua sampel adalah 4o terus gimana cara penyelesaiannya dan dari judul saya peranan penundaan waktu jual terhadap pendapatan

13 03 2008
Deny

Respon untuk #5
1.Yup, var dependent = students performance, var independent = school performance.
2.Kalo menggunakan regresi linier, pastikan bahwa koefisien regresi untuk variabel school performance bertanda positif. Hal ini disebabkan karena Riza mengasumsikan bahwa performance sekolah berpengaruh positif terhadap performance murid.
3.Dalam kasus ini, disamping performance sekolah, variabel usia murid dan tingkat pendidikan dapat mempengaruhi performance murid. Jadi variabel kontrol yang Anda maksud itu mirip dengan konsep covariance dalam metode ANALISIS OF COVARIANCE, yaitu variabel lain yang tidak dapat dikontrol oleh peneliti yang kemungkinan dapat mempengaruhi hasil penelitian. Keuntungan dari dilibatkannya kedua variabel tersebut (usia murid dan tingkat pendidikan) adalah dapat memperkecil kesalahan, atau lebih tepatnya memperkecil Jumlah Kuadrat Galat (JKG) atau Sum Square of Error. Semakin kecil JKG, semakin bagus model regresi.
4.Apabila Riza hendak memasukkan kedua variabel tersebut, kemungkinan model regresinya adalah: Student_Perf = b0 + b1*school_perf + b2*usia_murid + b3*tingkat_penddkn.
Tentu saja, variabel tingkat pendidikan dalam kasus ini adalah variabel dummy.πŸ™‚

13 03 2008
Deny

Respon untuk #6
Wah, baru kali ini ada yang panggil saya dengan “mbak”, heheh.
1.Karena Sonya menggunakan paired t-test, maka saya mengasumsikan bahwa satu objek penelitian dikenai 2 perlakuan yang berbeda, yaitu yang pertama ‘dengan penundaan’ dan yang kedua ‘tanpa penundaan’. Objek penelitian mungkin perusahaan atau yang lainnya yang banyaknya ada 20 obyek penelitian. Kalau bener, lanjutkan ke langkah 2.
2.Langkah-langkah yang bisa dilakukan:
– Lakukan uji normalitas dari data ‘dengan penundaan’ dan ‘tanpa penundaan’. Biasanya menggunakan Lilliefors (Kolmogorov-Smirnov) normality test. Kalau keduanya menyebar normal, maka kemudian
– Lakukan analisis data menggunakan paired t-test. Masuk aja ke menu yang menyediakan paired t-test pada software statistika yang Anda gunakan.
3.Saya sudah menyediakan tulisan dalam bentuk PDF mengenai penerapan paired t-test di kategori : Uji Hipotesis > Uji-t berpasangan.πŸ™‚

1 09 2008
arfah

#7
Salam kenal.
Mas saya mau penelitian tentang analisa faktor2 yang mempengaruhi struktur modal industri (studi pada perusahaan2 tbk). variabel dependennya leverage dan independennya faktor-faktor yang mempengaruhi. lalu ini yang saya bingung, ada dua option:
OPTION SATU
1. -variabel dependen= perusahaan delisting karena bangkrut dengan perusahaan yang tidak bangkrut
-variabel independen=faktor2 yang mempengaruhi bangkrut/tidaknya perusahaan
-di reg biner, kemudian faktor2 yang berpengaruh signifikan diambil dan dipilih lagi faktor2 yang mempengaruhi struktur modal.
2. -kemudian baru masuk ke fokus penelitian, yaitu :
-var dep=leverage (struk modal)
-var independen= faktor2 yang mempengaruhi struk modal
-pake regresi linier berganda?????
ATAU LEBIH BAIK OPTION DUA:
1. -Langsung ke fokus judul
-variabel dependen= leverage perusahaan delisting karena bangkrut dengan perusahaan yang tidak bangkrut
-variabel independen=faktor2 yang mempengaruhi struktur modal perusahaan yang bangkrut dan tidak
-di reg biner, kemudian faktor2 yang berpengaruh signifikan diambil
2. -kemudian
-var dep=leverage (struk modal)
-var independen= faktor2 yang mempengaruhi struk modal (didapat dari screening tahap 1 tadi)
-pake regresi linier berganda?????

QUESTIONS:
1. lebih baik opsi mana???
2. benarkah pake regresi yang disebut diatas??
3. reg biner bisakah dihitung pakai software (misal minitab or spss)??? kalau bisa, bagaimana langkah2 nya?

Terimakasih. Mohon jawaban dan saran-sarannya.

17 09 2008
Deny

Respon untuk #7
1. Saya pilih option 2. Tapi pada option2, tahap1 dan tahap 2 kelihatannya menganalisis variabel2 yang sama. Tahap1, var Y = leverage, X = faktor2 yang mempengaruhi, dan pada tahap2: Y= leverage, X= faktor2 yang mempengaruhi. Apakah ada perbedaan antara var Y tahap 1 dengan var Y tahap 2? Kalo tidak, langsung aja pake regresi linier berganda.
2. Benar
3. Reg biner (Regresi Logistik Biner) bisa dihitung pake SPSS ataupun minitab. Langkah2nya gak bisa saya jelaskan di sini. Coba baca buku2 panduannya, gampang kok.πŸ™‚

11 12 2008
christine

#8
kk..kalau yang independent bagaimana?
ada contoh data”nya tidak? terus ada teorinya??

12 12 2008
Deny

Respon untuk #8

1.Saya sudah menuliskan tentang uji-t 2 sampel independen. Silahkan masuk aja ke kategori Uji Hipotesis > Uji t 2-sampel independen.
2. Di sana ada contoh aplikasi untuk data dengan kasus uji-t 2 sampel independen.
πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: